Mengenal jati diri menurut Al-Qur’an
Kita mengetahui bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup kita, tapi sangat disayangkan banyak sekali yang tidak bisa membaca pedoman hidupnya, yang sangat disayangkan lagi bisa membaca pedoman hidupnya tapi tidak mengerti apa yang dibacanya.Karena yang dibaca hanya tulisan arabnya
Ada pertanyaan yang kita akan dibahas dalam kesempatan ini.Saya ingin berbagi ilmu dgn membahas Al-Qur’an dengan bahasa kita, semoga bermanfaat.
Ada 4 pertanyaan yang akan kita bahas yaitu :
Siapa saya ?
Darimana saya ?
Sedang dimana saya ?
Mau kemana saya ?
Nabi Muhammad SAW beritahukan kita bahwa Allah itu dulu sendirian, lalu Allah ingin dikenal, maka Allah ciptakan pertama kali malaikat dari nur dan jin dari naar.
Entah berapa lama dengan makhluk tsb lalu Allah ciptakan alam dengan segala isinya. Lalu diciptakannya manusia pertama yaitu NABI ADAM A.S
Bagaimana Allah menceritakan? Sebaiknya Al-Qur’an itu kita bahasakan ke bahasa kita (maksudnya kita baca juga terjemahannya dlm bahasa indonesianya supaya faham)
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat 19 ayat 97 (QS. 19 : 97) yang artinya : Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
(kata bahasamu, mu siapa? Mu Muhammad, krn Muhammad orang Arab maka bahasa Arab. Bagaimana jika yang orang Indonesia? Baca terjemahan bahasa indonesianya supaya faham, supaya bisa diambil pelajaran)
Tadi dikatakan bahwa diciptakan manusia pertama yaitu NABI ADAM.
Dimana firman Allah dlm Al-Qur’an tentang Penciptaan Adam QS. 38 ; 71-72 yang artinya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”, maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)KU: maka hendaklah kamu tersujud sungkur dengan bersujud kepadanya”.
Setelah Nabi Adam diciptakan semua malaikat disuruh sujud, maka sujudlah semua malaikat kec. Iblis. Iblis itu golongan jin yang membangkang. Lalu ditanya oleh Allah kenapa ia tidak mau sujud.
Iblis diusir ut turun dr surga tapi minta ditangguhkan. Untuk apa dia minta ditangguhkan? Untuk menggoda anak cucu Adam. Digodalah Nabi Adam sedemikian rupa sehingga Nabi Adam tergoda. Lalu Nabi Adam ditegur oleh Allah, tapi Nabi Adam terus berdoa siang dan malam memohon ampun (doa yg terkenal : Robbana Dzolamna anfusana dst…)
Namun Nabi Adam tidak bis tinggal di surga, maka turunlah Nabi Adam ke bumi bersama iblis tadi.
Yang jadi pertanyaan : tentang kejadian kita. Kalau Nabi Adam diciptakan dari tanah. Bagaimana dengan kejadian kita?
Kejadian kita sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an :QS.23 ;12-13 yang artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Allah beritahukan apa yang kita makan diambil saripatinya lalu disimpan dalam tulang dada pada wanita dan tulang punggung pada laki-laki.Kemudian datang kewajiban menikah.
Dari air setetes tadi awal kejadian manusia. Setelah dibentuk jabang bayi.
Setelah kejadian jasad kita sempurna lalu ditiupkan ruh kedalamnya sehingga kita hidup. Setelah sembilan bulan lahirlah jabang bayi tersebut ke dunia.
Dikatakan kita hidup karena bersatunya jasad dengan ruh. QS. 32 ; 8-9
Selama ini yang kita rawat jasad saja, boleh-boleh saja kita merawat jasad, tapi jangan lupa ruh juga butuh dirawat dan butuh pendididkan.Kalau jasad nanti mau dimakan cacing.Kebutuhan ruh jangan diabaikan, ruh juga perlu pendidikan. Kita biasa menyebutnya pendidikan jasmani dan rohani.
Jadi terjawablah sekarang siapa saya? Saya adalah RUH
Darimana saya? Saya datang dari Allah
Apa yang kita tunggu sekarang? Yang kita tunggu adalah datangnya malaikat pencabut nyawa. Nanti ruh itu ada yang dicabut dg lembut ada yang dicabut dg keras.
F irman Allah dalam Al-Qur’an, QS. 79 (An-Naazi’aat) ; 1– 2
Yang artinya : Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.
Pertanyaan ketiga : Sedang dimana saya?? Saya sedang di dunia.
Kita Tanya sama Allah. Dunia itu apa ya Allah?
Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat 40 ; 39 (QS. 40 ; 39) yang artinya : Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.
Lalu timbul Pertanyaan ke 4. Mau kemana kami ya Allah?
Al-Qur’an Surat 99 : 1-8 (QS. 99 ; 1- 8) yang artinya : Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya : ”Mengapa bumi jadi begini?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Demikianlah Allah menceritakan dimana bumi ini akan diremak dan dihancurkan, diratakan oleh Allah. Entah beberapa tahun, lalu ditiuplah sangkakala ke 2 sebagaimana firman Allah QS. 36 ; 51-53 maka kita semua dibangkitkan dr kubur dalam keadaan yang bermacam-macam, ada yang hitam dan ada yang putih.
Lalu ada yg berteriak siapa yang membangunkan kami dr kubur (orang yg taqwa merasakan seperti orang yang tidur nyenyak tidak merasakan penderitaan sama sekali)
Ada juga yang keluar dr kubur matanya buta, dan ada juga yang mukanya hitam.
Kalau yang keluar wajahnya putih… Masuklah kamu ke syurga.
Tapi ada juga yang berteriak-teriak minta dikemballikan ke dunia sebagaimana firman Allah dlm QS. 32;12 yang artinya :
dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.
Tapi yang tadi berteriak-teriak tidak dikabulkan permintaannya.
Apa yang kita lakukan di dunia? diibaratkan kita hidup di dunia ini sebagai panggung sandiwara, tentunya ada sutradara (yaitu Allah), ada pemain (kita sebagai pemain), ada skenarionya (yaitu Al-Qur’an).
Kalau kita sebagai pemain tidak mengikuti skenario tentunya tidak bisa memerankan peran yang harus kita lakukan.
Jika kita mau ke surga bagaimana? ikuti petunjuk Allah. sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an surat 20 (Thaahaa): 123 (QS. 20 ; 123) yang artinya : Allah berfirman: ”Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-KU, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
cara membaca al-qur’an juga diajarkan oleh Allah agar kita tidak tersesat dan tidak celaka hidup di dunia, sebagaimana salah satu firman Allah dalam Al-Qur’an surat 38 ; 29 (QS. 38 ; 29), yang artinya:
(Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran)
Hasil dari baca Al-Qur’an tadi dapat diambil pelajaran (itulah tujuan baca Al-Qur’an) yaitu untuk mengobati penyakit-penyakit yang ada dalam dada. (seperti pelit, buruk sangka, sombong, takabur,riya dll) sebagaimana firman Allah dalam (QS. 10 ; 57) yang artinya :Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Jika baca ayat hanya ut tujuan tertentu tentunya tidak sesuai dengan kehendak Allah..
Apakah orang yang sholat pasti masuk syurga? Tidak semua karena ada orang yang sholat tapi celaka, karena lalai dalam sholatnya kata Nabi sholat itu se akan-2 bertemu dengan Allah (mi’raj).Sebagaimana firman Allah QS.107 ; 1 – 7 yang artinya : Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang yang berguna
Sekedar sharing, semoga bermanfaat.
24 Juli 2008
Kajian Ahad – Ust. Ibu Farida Hanum
Kehidupan dunia kesenangan yang yang menipu QS. 57 (Al-Hadiid) ; 20
Diantara istri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, mka berhati-hatilah terhadap mereka QS, 64 (At-Taghaabun) ; 14




